Dosen UTU Bahas Metode Riset “SoTa” Bersama Pakar
  • UPT_TIK
  • 04. 12. 2021
  • 0
  • 1110

MEULABOH, UTU – Sivitas Akademika Universitas Teuku Umar (UTU) khususnya Dosen Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, FISIP UTU membahas tentang metode riset kebaruan (SoTa) bersama pakar penelitian dalam forum Webinar “Workshop Penulisan Artikel Jurnal Internasional dan Buku”. Workshop yang digelar secara virtual, Sabtu, 04 Desember 2021, disambut sangat antusias oleh sivitas akademika secara nasional. 

Dari sumber yang ada, State of The Art yang disingkat SoTa merupakan langkah bagi peneliti untuk mempresentasikan kebaruan dari hasil penelitian yang dilakukan. Menjadi yang pertama mencetuskan sesuatu ide, produk dan pemecahan masalah merupakan dasar dari adanya penelitian. Workshop Penulisan Artikel Jurnal Internasional dan Buku yang diadakan oleh Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI), bersama narasumber Prof. Dr. Iswandi Syahputra, M. Si, Prof. Dr. Rajab Ritonga, M. Si, dan Dr. Rully Nasrullah.

Salah seorang narasumber yang dapat diikuti pemaparannya adalah Prof. Iswandi. Dalam materinya antara lain, Prof. Iswandi memberikan pemahaman mengenai SoTa yaitu kemampuan menyeluruh untuk menjelaskan secara ilmiah tentang persamaan dan perbedaan antara gelas dan cangkir sebenarnya adalah aktivitas berpikir awal dalam menyusun SoTa.

SoTa, kata Prof. Iswandi, merupakan kemampuan seorang peneliti dalam membentuk alam berpikir ilmiah dengan menghadirkan suatu yang baru dan unik kepada pembaca (reviewer) melalui penjelasan berbagai hal yang relevan tentang apa yang akan diteliti dan ditawarkannya sebagai hal baru dan unik. “SoTa menjadi theater of mind tentang suatu pengetahuan yang baru dan unik. SoTa adalah puncak imajinasi pengetahuan yang dapat dirasakan keberadaannya tetapi memerlukan pembuktian ilmiah untuk menjelaskan kebenarannya”, ujar Prof. Iswandi.

Menurut Prof. Iswandi, SoTa dapat dimulai dari rumusan masalah. Rumusan masalah menjadi ‘pembatas dan pembeda’ antara realitas/fenomena yang akan diteliti dan pembahasan sebelumnya dengan apa yang akan diteliti. Dengan demikian, rumusan masalah menjadi standing position bagi peneliti.

Dijelaskan, manfaat SoTa bagi peneliti: Pertama, peneliti sangat memahami perkembangan terkini tentang topic yang diteliti tidak hanya dalam lingkup nasional, namun juga internasional. Kedua, peneliti mampu menentukan arena atau celah dimana ia dapat memberikan kontribusi pengetahuan. Ketiga, peneliti mampu menunjukkan hal baru (novelty) yang akan disumbangkan melalui suatu pembuktian, yang dapat dipertanggungjawabkan secara metodologis. Keempat, peneliti terhindar dari duplikasi, plagiasi (autoplagiasi) atau replikasi.(***)

Lainnya :