Gandeng IKA UTU dan Pusat Karir, Kementerian ESDM RI Gelar Sosialisasi Patriot Energi
  • UTU News
  • 18. 07. 2021
  • 0
  • 306

MEULABOH - UTU | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali membuka kesempatan bagi pemuda-pemudi terbaik bangsa dari seluruh penjuru Indonesia untuk menjadi Patriot Energi. Program ini difokuskan pada upaya peningkatan rasio elektrifikasi desa melalui penyediaan akses listrik di daerah 4T (Terdepan, Terluar, Tertinggal dan wilayah Transmigrasi), yang berbasis energi terbarukan.

Setelah melalui proses pelatihan, sebanyak 100 orang pemuda-pemudi terpilih  akan ditugaskan di daerah 4T, untuk mengabdi sebagai fasilitator pendampingan dan pemberdayaan masyarakat di desa-desa yang masih belum berlistrik selama satu tahun, serta sebagai surveyor potensi energi terbarukan dan asesor pembangkit energi terbarukan. 

Informasi tersebut disampaikan pada sesi Webinar Nasional yang digelar oleh Ikatan Keluarga Alumni Universitas Teuku Umar (IKA - UTU) dan Pusat Karir Universitas Teuku Umar, Jum'at (16/7/2021). Kegiatan tersebut wujud atas kerjasama IKA dan Pusat Karir UTU dengan Yayasan Inisiatif Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) sebagai lembaga pelaksana program Patriot Energi.

Webinar yang dipandu oleh Wakil Ketua 1 IKA UTU yang juga dosen Teknik Mesin, Universitas Teuku Umar, Sulaiman Ali, ST., MT ini menghadirkan narasumber Inez Silvy, penanggungjawab teknis pelatihan Patriot Energi 2021. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Umum IKA UTU, Arhamar Ridha, S.Sos.

Arham dalam sambutannya mengapresiasi gerak cepat pengurus IKA UTU dalam hal memfasilitasi alumni dengan dunia kerja, salah satunya menggelar Webinar Nasional dalam rangka sosialisasi rekrutmen Patriot Energi.

"Kami berterimakasih kepada Kementerian ESDM, Yayasan IBEKA dan Pusat Karir UTU  atas berlangsungnya webinar ini, dan berharap para alumni dapat memanfaatkan momentum yang baik ini untuk mengikuti seleksi sebagai Patriot Energi,".  Kata Arham

Sementara Inez Silvi dalam pemaparannya mengatakan program ini terbuka bagi badan usaha swasta atau BUMN untuk bekerja sama dengan Patriot Energi yang sudah dididik dalam pengembangan (bisnis) EBT yang tengah dijalankan.

"Patriot Energi akan memberikan akses listrik kepada masyarakat yang bersih, andal, dan kontinyu, khususnya di daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan wilayah Transmigrasi," ujar Inez Silvy.

Inez mengajak generasi muda khususnya alumni UTU untuk mendaftar sebagai Patriot Energi yang selanjutnya akan dilatih dan dididik untuk memiliki 4 kompetensi dasar, yaitu kompetensi keteknisan, kompetensi kejuangan, kompetensi kerakyatan, dan kompetensi keikhlasan sehingga diharapkan mampu mengatasi segala hambatan dan tantangan pada saat diterjunkan ke lapangan. 

"Generasi muda Patriot Energi ini juga dibekali kemampuan untuk dapat mengedukasi masyarakat tentang EBT dan mempersiapkan organisasi pengelola fasilitas pembangkit EBT yang akan atau sedang dibangun agar pemanfaatannya dapat dilakukan secara berkelanjutan," kata Inez

Lanjutnya, setelah selesai mengikuti pendidikan dan pelatihan, selanjutnya generasi muda Patriot Energi ini dapat dimanfaatkan oleh semua pihak yang membutuhkan, baik oleh Kementerian ESDM atau pihak lain untuk menjangkau daerah-daerah 3T atau badan usaha lainnya yang berkeinginan mengembangkan pembangkit EBT.

Program Patriot Energi sebelumnya pernah dilaksanakan Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal EBTKE pada tahun 2015 - 2016. Program tersebut mendayagunakan 160 orang generasi muda yang telah dididik dan dilatih oleh Kementerian ESDM bekerjasama dengan Inisiatif Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) dengan pembiayaan APBN, yang ditugaskan di 160 desa, di 39 Kabupaten, di 18 Provinsi selama 5 bulan hingga 1 tahun. Lokasi penugasan tersebar dari Kepulauan Mentawai hingga Keerom, Papua. 

Program Patriot Energi yang akan dimulai di tahun 2021 akan bekerja sama dengan IBEKA, menjaring 100 pemuda-pemudi yang akan bertindak sebagai fasilitator lapangan di daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan wilayah Transmigrasi, melaksanakan survei potensi EBT di daerah, membantu program de-Dieselisasi PT PLN (Persero), dan membantu kemandirian listrik desa.

Bagi alumni UTU yang berminat bergabung dalam program Patriot Energi harus memenuhi beberapa persyaratan berikut, yaitu maksimal usia 35 tahun, sarjana/setara dengan mengutamakan sarjana teknik, sehat jasmani dan rohani, memiliki pengalaman pemberdayaan/kerelawanan minimal satu tahun. Selain itu, memiliki pribadi yang berjiawa sosial, aktif, cerdas dan bersemangat, mempunyai motivasi mensejahterakan masyarakat, bersedia mengikuti semua rangkaian pelatihan dan penugasan selama 12 bulan dan bersedia tidak menikah selama pelatihan dan penugasan. 

Pada tahapan rekrutmen, calon peserta Patriot Energi harus menjalani seleksi administrasi secara online dengan mengunggah esai maksimal 500 kata, seleksi kompetensi dan wawancara, serta medical check up. "Karena ini tugasnya berat, kita ingin mendapatkan peserta sehat jasmani dan rohani," tegas Inez. (Aduwina Pakeh).

Komentar :

Lainnya :